Jumat, 29 April 2016

Organisasi dan Kelompok Kerja

Bagaimana timbulnya kelompok kerja tidak dapat dipisahkan dari proses timbulnya organisasi kerja atau organisasi industri?

Organisasi industri timbul dan berkembang melalui dua cara :
pertama, organisasi industri timbul dan berkembang berdasarkan suatu perencanaan.
kedua, organisasi industri dapat pula timbul dan berkembang mulai dari satu orang yang berwiraswasta.  
  
Organisasi terdiri dari kelompok orang-orang yang bekerja dimana untuk mencapai tujuan organisasi dikembangkan dan dipertahankan pola-pola perilaku tertentu yang cukup stabil dan dapat diperkirakan sebelumnya. pengembangan pola-pola tersebut akan tetap berlangsung meskipun orang-orang yang berada dalam organisasi itu berganti. Ada tiga dimensi yang penting dari organisasi, yaitu :
a. Kemajemukan (complekxity)
Diartikan sebagai beragamnya kegiatan, fungsi, dan jumlah lapis dalam organisasi. 

b. Formalisasi (formalization)
Mengacu pada adanya kebijakan, prosedur, dan aturan yang membatasi pilihan dari para anggotanya. 

c. Pemusatan (centralization)
Mengacu pada penyebaran dari daya (power), dan wewenang (authority). Ada dua tipe pemusatan, yaitu : centralized organization (daya dan wewenang ada pada kedudukan tertinggi dalam organisasi) dan decentralized organization (hak dan tanggungjawab mengambil keputusan didelegasikan pada tingkat-tingkat yang lebih rendah dari organisasi). 
 





Fungsi kelompok bagi anggotanya sebagai : 
a. Pemenuhan kebutuhan para anggotanya 
b. pengembangan, penunjang dan pemantapan dari identitas dan pemelihara dari harga diri 
c. penghasil gagasan baru dan jawaban kreatif
d. mekanisme pemecahan masalah dan pelaksaan tugas
 
Fungsi kelompok bagi organisasi :
a. Pelaksaaan tugas yang majemuk dan saling tergantung 
misalnya kelompok minyak. Masing-masing anggota memiliki tugasnya masing-masing dan penyelesaian tugas tersebut saling tergantung satu sama lainnya. 
 
b. Mekanisme pemecahan masalah
Dalam men. ghadapi masalah yang memerlukan pengolahan yang majemuk, interaksi antar para anggota yang memiliki informasi yang berbeda, pertimbangan cermat dari alternatif penyelesaiannya, maka pemecahan masalah secara kelompok akan memberikan penyelesaian yang paling baik. 
 
c. Pengahasilan gagasan baru dan jawaban kreatif 
Kelompok merupakan wadah untuk dapat menghasilkan gagasan baru dan jawaban yang kreatif. Para anggota kelompok akan saling merangsang dalam memberikan gagasan dan jawaban atau penyelesaian masalah dari suatu masalah.

Interaksi antar anggota kelompok akan menimbulkan suatu proses kelompok, dimana dalam proses kelompok tersebut terdapat kelompok-kelompok interaktif, koaktif dan konteraktif. Dalam proses suatu kelompok juga akan timbul suatu gejala-gejala antara lain : gejala konforisme, kelekatan, sinergi, groupthink, dan polarisasi kelompok.
 

Jumat, 22 April 2016

Seleksi dan Rekrutmen

Pengertian Rekrutmen Dan Seleksi
      Rekrutmen adalah suatu proses untuk mencari calon atau kandidat untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia organisasi atau perusahaan.
       Seleksi adalah suatu proses menemukan tenaga kerja yang tepat dari sekian banyak kandidat atau calon yang ada.

Perbedaan Rekrutmen Dan Seleksi
       Rekrutmen dilakukan sebelum seleksi, dan biasanya rekrutmen dilakukan memilih surat lamaran yang datang dari calon-calon pelamar. Dan dilihat dengan cara perlengkapan adminitrasinya.
    Seleksi di lakukan setelah rekrumen berhasil. Biasanya dilakukan dengan cara wawancara atau tes yang lain. Setelah itu berlanjut ke tahap berikutnya. 
    Makin banyak calon tenaga kerjanya, makin besar kemungkinan mendapatkan tenaga kerja yang memenuhi persyaratan perusahaan. pencarian tenaga kerja dilakukan melalui : 
1. iklan di harian-harian, media cetak lainnya.
2. pendekatan langsung ke sekolah-sekolah atau lembaga pendidikan kejuruan.
3. para tenaga kerja sendiri yang akan mengajukan kenalan atau anggota keluarganya yang dapat mereka jamin 'kebaikan' kerja mereka. 
4. pencari kerja melamar sendiri ke perusahaan-perusahaan. 
     Proses seleksi calon tenaga kerja di perusahan di Indonesia bervariasi. namun secara garis besar proses seleksi berlangsung sesuai dengan tahapan-tahapan sebagai berikut : 
Tahap 1 : Seleksi surat-surat lamaran
Tahap 2 : Wawancara awal 
Tahap 3 : Ujian, psikotes, wawancara 
Tahap 4 : Penilaian akhir 
Tahap 5 : Pemberitahuan dan wawancara akhir 
Tahap 6 : Penerimaan 
         

Productive & Unproductive

Individu = Team = Organisasi atau sosial
* Seseorang dapat productive jika sudah mengetahui dan menemukan karakter yang tepat 

* Sebagaian besar organisasi yang berhasil adalah memiliki tingkat efisiensi dan sistem yang ramping atau implementing lean manufacturing practices. 

* Lean behavior 
is defined as behavior that add or create value to waste. it is waste associated with arbitrary or contradictory thought and action that leads to defensive behavior, ineffective relationship,poor and negative attitudes.

* Enhancing productivity through lean behavior 
1. Worley J.M & Dooven T.L : Compodent ~ Management support
                                                             ~ communication 
                                          : lean behavior ~ clear commitment 
                                                                 ~ commitment without lear, respect and recognition to people

2. Clare L. : Component ~ environment for change 
                                    ~ leadership 
                                    ~ culture 
                                    ~ employe empowerment 
                                    ~ communication 
                  : lean behavior ~ understanding and proactive 
                                         ~ given recognition for employees 
                                         ~ honest and respect to people 

3. Emiliani : Component ~ trust 
                                    ~ communication 
                                    ~ process
                                    ~ environment 
                : lean behavior ~ justice without favors some people, meet the promise 
                                       ~ clear message, quid feedback 
                                       ~ clear about their responsibilities, follow procedures 
                                       ~ given recognition to people, understanding people problem.

4. Cameron : Component ~ leadership 
                 : lean behavior ~ respect for people 

* Tips to build lean behavior 
1. defining lean behavior atau mendefinisikan perilaku ramping 
2. rewarding who has lean behavior 
3. making system support lean behavior atau membuat sistem pendukung perilaku ramping 
4. building up a right 
5. eliminating problem members

Kamis, 14 April 2016

Job Attitude & Emotion

SIKAP
Sikap adalah pernyataan/penilaian evaluatif menyangkut benda, orang atau kejadian.
Sikap bisa bertolakbelakang dengan nilai, karena lebih tidak stabil dan mudah dipengaruhi dibandingkan dengan nilai.
 
Jenis-jenis sikap:
a) Job Satisfaction (sikap yang menentukan kepuasan seseorang terhadap pekerjaannya)
b) Job Involvement (sikap yang menggambarkan sampai sejauh mana partisipasi aktif karyawan terhadap pekerjaannya)
c) Organization Commitment (sikap yang menunjukkan sampai mana seseorang melibatkan diri dalam organisasi beserta dengan tujuan-tujuannya dan ingin menjaga keanggotaannya dalam organisasi)
 
Kepuasan Kerja 
 Kepuasan kerja adalah sikap atau perasaan seseorang terhadap suatu pekerjaan. Berarti kepuasan kerja seseorang tergantung pada bagaimana penilaian (persepsi) individy yang bersangkutan terhadap pekerjaannya. Penilaian tersebut bersifat individual, artinya antara individu yang satu dengan lainnya berbeda.
 
Faktor – faktor yang mendorong kepuasaan kerja adalah :
1. Ganjaran yang pantas
2. Kondisi kerja yang mendukung 
3.  Rekan sekerja yang mendukung
4.  kesesuaian antara kepribadian – pekerjaan
 
Kesimpulan 
 Semua orang yang berkontribusi dalam suatu perusahaan harus berusaha bekerja sebaik mungkin, sehingga semua pekerja dapat merasakan kepuasan kerja setiap saat. Gaji yang didapatkan seorang pekerja haruslah sebanding dengan beratnya atau tanggung jawab yang dipegang oleh pekerja tersebut. Selalu menjaga suasana dan kondisi lingkungan kerja juga merupakan hal yang penting karena memengaruhi kepuasan kerja yang dirasakan seorang pekerja. Pengukuran tingkat kepuasan kerja perlu dilakukan secara berkala sehingga perusahaan bisa memantau tingkat kepuasan kerja seluruh pekerjanya dan bisa mengevaluasi setiap kekurang yang ada serta mempertahankan atau meningkatkan hal yang sudah baik.
 

Training & Development

A. Pengertian
pelatihan dan pengembangan dapat kita anggap sebagai fungsi dari batas sistem atau subsistem. para tenaga kerja dilatih atau dikembangkan agar memperlihatkan perilaku (memberikan prestasi) sesuai dengan yang ditetepkan/dituntut oleh perusahaan. 

Penyusunan Program Pelatihan/Pengembangan 
tahap 1 : Identifikasi kebutuhan pelatihan atau studi pekerjaan (job study)
         2 : Penetapan sasaran pelatihan/pengembangan
         3 : Penetapan kriteria keberhasilan dengan alat ukurnya
         4 : Penetapan metode pelatihan/penyajiannya
         5 : Pencobaan dan revisi
         6 : Impementasi dan evaluasi

B. Training Need Assessment 
Analisis kebutuhan pelatihan adalah suatu langkah yang dilakukan sebelum melakukan pelatihan dan merupakan rancangan pelatihan untuk memperoleh gambaran komprehensif tentang materi, alokasi waktu tiap materi, dan strategi pembelajaran yang sebaiknya diterapkan dalam penyelenggaraan pelatihan agar pelatihan bermanfaat bagi peserta pelatihan. Analisis kebutuhan pelatihan memegang peran penting dalam setiap program pelatihan, sebab dari analisis ini akan diketahui pelatihan apa saja yang relevan bagi suatu organisasi pada saat ini dan juga dimasa yang akan datang. 

C. Metode Evaluasi Pelatihan dan Pengembangan 
Empat tahap evaluasi pelatihan dan pengembangan itu adalah :
1. Reaction
Evaluasi ini dilakukan pada saat dan setelah menerima materi pelatihan, yakni evaluasi untuk mengukur minat dan reaksi peserta atas pelatihan.
2. Learning
Disebut juga evaluasi hasil belajar. Evaluasi ini dilakukan untuk mengukur tingkat pemahaman peserta setelah menerima pembahasan dari para pelatih setiap sesi pelatihan. Penilaian terhadap tingkat pemahaman ini sangat penting untuk mengetahui apakah peserta materi yang diberikan dalam pelatihan.
3. Behavior
Evaluasi ini dilakukan setelah pelatihan. Tujuannya untuk melihat bagaimana perilaku peserta setelah mengikuti pelatihan, langkah apa yang sudah dilakukan serta bagaimana sikap stakeholder terhadap hasil pelatihan.
4. Result
Merupakan evaluasi jangka panjang, yakni evaluasi mengenai kinerja lembaga yang terjadi akibat kinerja anggota organisasi yang mengikuti pelatihan. Evaluasi ini dapat dilakukan tiga sampai empat tahun setelah pelatihan.