Sumber Daya Manusia adalah kemampuan terpadu dari daya pikir dan daya fisik yang dimiliki individu, perilaku dan sifatnya ditentukan oleh keturunan dan lingkungannya.
Perencanaan Sumber Daya manusia merupakan proses analisis dan identifikasi tersediannya kebutuhan akan sumber daya manusia sehingga organisasi tersebut dapat mencapai tujuannya.
1. kepentingan perencanaan SDM
ada tiga kepentingan dalam perencanaan SDM, yaitu :
a. Kepentingan individu
b. Kepentingan organisasi
c. Kepentingan nasional
2. Komponen-komponen perencanaan SDM
a. Tujuan
b. Proses perencanaan SDM
c. Pengevaluasian perencanaan SDM
Faktor-faktor mempengaruhi perencanaan SDM
proses perencanaan sumber daya manusia dapat dipengaruhi beberapa faktor, antara lain :
1. Lingkungan Eksternal
2. Faktor Internal
3. faktor-faktor persediaan tenaga kerja
Tahap perencanaan SDM meliputi :
1. Peramalan (forecasting)
2. Penyusunan program (programming)
3. evaluasi dan pengendalian
Psikologi Industri dan Organisasi
Jumat, 10 Juni 2016
Selasa, 17 Mei 2016
Occupational Health Psychology
A. Keselamatan Kerja
Kebebasan terhadap resiko atau bahaya pada lingkungan kerja
B. Kecelakaan Kerja
Kecelakaan yang terjadi berhubungan dengan hubungan kerja, termasuk penyakit yang timbul karena hubungan kerja, demikian pula kecelakaan yang terjadi dalam perjalanan berangkat dari rumah menuju tempat kerja, dan pulang ke rumah melalui jalan yang biasa atau wajar dilalui
C. Teori-Teori Penyebab Terjadinya Kecelakaan Kerja
1. Teori Heinrich
Suatu kecelakaan terjadi dari suatu rangkaian kejadian. Ada lima faktor yang terkait dalam rangkaian kejadian tersebut yaitu : lingkungan, kesalahan manusia, perbuatan atau kondisi yang tidak aman, kecelakaan dan cedera atau kerugian
2. Teori Multiple Causation Kemungkinan ada lebih dari satu penyebab terjadinya kecelakaan. Penyebab ini mewakili perbuatan, kondisi atau situasi yang tidak aman. kemungkinan-kemungkinan penyebab terjadinya kecelakaan kerja tersebut perlu diteliti
D. Perilaku Berbahaya
Ada beberapa perilaku berbahaya yang disebabkan human error, yaitu :
1. mengabaikan atuaran K3
2. Mengoprasikan fasilitas kerja yang bukan kewenangannya
3. bersendau-gurau dan main-main
4. tidak memakai peralatan K3
5. unsafe lifting, pulling,dan pushing
E. Hazard dan Risk
1. fisik
2. kimia
3. biologi
4. psikososial
F. Ages Of Industrial Safety
1. age of technology
2. age of human factors
3. age of safety management
Kebebasan terhadap resiko atau bahaya pada lingkungan kerja
B. Kecelakaan Kerja
Kecelakaan yang terjadi berhubungan dengan hubungan kerja, termasuk penyakit yang timbul karena hubungan kerja, demikian pula kecelakaan yang terjadi dalam perjalanan berangkat dari rumah menuju tempat kerja, dan pulang ke rumah melalui jalan yang biasa atau wajar dilalui
C. Teori-Teori Penyebab Terjadinya Kecelakaan Kerja
1. Teori Heinrich
Suatu kecelakaan terjadi dari suatu rangkaian kejadian. Ada lima faktor yang terkait dalam rangkaian kejadian tersebut yaitu : lingkungan, kesalahan manusia, perbuatan atau kondisi yang tidak aman, kecelakaan dan cedera atau kerugian
2. Teori Multiple Causation Kemungkinan ada lebih dari satu penyebab terjadinya kecelakaan. Penyebab ini mewakili perbuatan, kondisi atau situasi yang tidak aman. kemungkinan-kemungkinan penyebab terjadinya kecelakaan kerja tersebut perlu diteliti
D. Perilaku Berbahaya
Ada beberapa perilaku berbahaya yang disebabkan human error, yaitu :
1. mengabaikan atuaran K3
2. Mengoprasikan fasilitas kerja yang bukan kewenangannya
3. bersendau-gurau dan main-main
4. tidak memakai peralatan K3
5. unsafe lifting, pulling,dan pushing
E. Hazard dan Risk
1. fisik
2. kimia
3. biologi
4. psikososial
F. Ages Of Industrial Safety
1. age of technology
2. age of human factors
3. age of safety management
Kondisi Kerja dan Psikologi Kerekayasaan
Kondisi Kerja
1. Kondisi Fisik Kerja
Rancangan kantor memberikan pengaruh pada produktivitas kerja
2. Kondisi Lama Waktu Kerja
a. Jam Kerja
Jika jam kerja nominal ditambah maka jam kerja aktual malahan menurun
b. Jam Kerja Lentur
Para tenaga kerja tiba di tempat kerja dengan perasaan yang lebih tenang dan dapat segera di mulai bekerja
Ergonomi
Ilmu terapan bagaimana mendorong lingkungan kerja, peralatan dan pekerjaannya secara spesifik dan psikologi, anatomi dan psychological characteristics
Peran ergonomi yaitu :
1. Perancangan produk
2. Meningkatkan keselamatan dan higiene kerja
3. Meningkatkan produktivitas kerja
Mengapa kita harus mengenal ergonomi?
1. pergantian karyawan
2. kualitas
3. kecelakaan kerja
4. meningkatkan produktivitas
Engineering Psychology (Psikologi Kerekayasaan)
Suatu kerekayasaan faktor-faktor manusia, kerekayasaan manusia, egromika, psikoteknologi, dan psikologi eksperimen terapan. psikologi kerekayasaan ini terutama memperhatikan penemuan dan penerapan informasi tentang perilaku dalam kaitannya dengan mesin-mesin, peralatan, pekerjaan, dan lingkungan kerja.
Faktor psikologi kerekayasaan
1. fisik dan mental pekerja
2. penglihatan
Manfaat Psikologi Kerekayasaan
Manfaat psikologi kerekayasaan dalam membuat kondisi kerja yang kondusif, aman dan nyaman merupakan salah satu manfaat yang terlihat
1. Kondisi Fisik Kerja
Rancangan kantor memberikan pengaruh pada produktivitas kerja
2. Kondisi Lama Waktu Kerja
a. Jam Kerja
Jika jam kerja nominal ditambah maka jam kerja aktual malahan menurun
b. Jam Kerja Lentur
Para tenaga kerja tiba di tempat kerja dengan perasaan yang lebih tenang dan dapat segera di mulai bekerja
Ergonomi
Ilmu terapan bagaimana mendorong lingkungan kerja, peralatan dan pekerjaannya secara spesifik dan psikologi, anatomi dan psychological characteristics
Peran ergonomi yaitu :
1. Perancangan produk
2. Meningkatkan keselamatan dan higiene kerja
3. Meningkatkan produktivitas kerja
Mengapa kita harus mengenal ergonomi?
1. pergantian karyawan
2. kualitas
3. kecelakaan kerja
4. meningkatkan produktivitas
Engineering Psychology (Psikologi Kerekayasaan)
Suatu kerekayasaan faktor-faktor manusia, kerekayasaan manusia, egromika, psikoteknologi, dan psikologi eksperimen terapan. psikologi kerekayasaan ini terutama memperhatikan penemuan dan penerapan informasi tentang perilaku dalam kaitannya dengan mesin-mesin, peralatan, pekerjaan, dan lingkungan kerja.
Faktor psikologi kerekayasaan
1. fisik dan mental pekerja
2. penglihatan
Manfaat Psikologi Kerekayasaan
Manfaat psikologi kerekayasaan dalam membuat kondisi kerja yang kondusif, aman dan nyaman merupakan salah satu manfaat yang terlihat
Selasa, 03 Mei 2016
Performance Apprasial
~ (performance
appraisal/ PA). Penilaian kinerja itu sendiri adalah proses untuk mengukur prestasi kerja pegawai berdasarkan sistem/ peraturan yang telah ditetapkan,dengan cara membandingkan sasaran/ hasil kerjanya dengan standar pekerjaan yang telah ditetapkan.
Cara untuk melakukan PA bisa
di tentukan dengan hal-hal berikut pertama kriteria
kinerja. Selanjutnya
menyusun kriteria subjektif tentukan dulu potensi/ kompetensi/ kemampuan
seperti apa saja yang dibutuhkan untuk seseorang berhasil dalam pekerjaannya.
Setelah mendapat hasilnya langkah selanjutnya yang dilakukan adalah pengambilan
keputusan untuk pengembangan kinerja selanjutnya, mengkomunikasikan hasil
penilaian kinerja dengan karyawan dan hasil penilaian kinerja bisa bermanfaat
untuk meningkatkan motivasi karyawan. Dalam penilaian kinerja juga terdapat
kesalahan dalam proses penilaiannya yaitu alat penilaian kinerjanya serta
penilai kinerja.
a. a. Faktor
individual yang terdiri dari:
Kemampuan
dan keahlian
Latar
belakang
Demografi
b. b. Faktor
psikologis yang terdiri dari:
Persepsi
Attitude
Personality
Pembelajaran
Motivasi
c. c. Faktor organisasi yang
terdiri dari:
Sumber daya
Kepemimpinan
Penghargaan
Struktur
Job
design
~ Kinerja individu adalah hasil kerja karyawan baik dari segi
kualitas ,aupun kuantitas berdasarkan standar kerja yang telah ditentukan.
Kinerja individu ini akan tercapai apabila didukung oleh atribut individu,
upaya kerja (work
effort) dan dukungan organisasi.
~ Yang diukur dalam kinerja adalah knowledge, attitude dan
skill
~ Fungsi evaluasi (pengukuran kinerja) untuk mengetahui atau
menghasilkan nilai atau penilaian performance seseorang . nilai bukan hasil
akhir tetapi jalan untuk melanjutkan ke fase berikutnya. Nilai untuk mengetahui
posisi seseorang dalam organisasi.
Jumat, 29 April 2016
Organisasi dan Kelompok Kerja
Bagaimana timbulnya kelompok kerja tidak dapat dipisahkan dari proses timbulnya organisasi kerja atau organisasi industri?
Organisasi industri timbul dan berkembang melalui dua cara :
pertama, organisasi industri timbul dan berkembang berdasarkan suatu perencanaan.
kedua, organisasi industri dapat pula timbul dan berkembang mulai dari satu orang yang berwiraswasta.
Organisasi terdiri dari kelompok orang-orang yang bekerja dimana untuk mencapai tujuan organisasi dikembangkan dan dipertahankan pola-pola perilaku tertentu yang cukup stabil dan dapat diperkirakan sebelumnya. pengembangan pola-pola tersebut akan tetap berlangsung meskipun orang-orang yang berada dalam organisasi itu berganti. Ada tiga dimensi yang penting dari organisasi, yaitu :
a. Kemajemukan (complekxity)
Diartikan sebagai beragamnya kegiatan, fungsi, dan jumlah lapis dalam organisasi.
b. Formalisasi (formalization)
Mengacu pada adanya kebijakan, prosedur, dan aturan yang membatasi pilihan dari para anggotanya.
c. Pemusatan (centralization)
Mengacu pada penyebaran dari daya (power), dan wewenang (authority). Ada dua tipe pemusatan, yaitu : centralized organization (daya dan wewenang ada pada kedudukan tertinggi dalam organisasi) dan decentralized organization (hak dan tanggungjawab mengambil keputusan didelegasikan pada tingkat-tingkat yang lebih rendah dari organisasi).
Fungsi kelompok bagi anggotanya sebagai :
a. Pemenuhan kebutuhan para anggotanya
b. pengembangan, penunjang dan pemantapan dari identitas dan pemelihara dari harga diri
c. penghasil gagasan baru dan jawaban kreatif
d. mekanisme pemecahan masalah dan pelaksaan tugas
Interaksi antar anggota kelompok akan menimbulkan suatu proses kelompok, dimana dalam proses kelompok tersebut terdapat kelompok-kelompok interaktif, koaktif dan konteraktif. Dalam proses suatu kelompok juga akan timbul suatu gejala-gejala antara lain : gejala konforisme, kelekatan, sinergi, groupthink, dan polarisasi kelompok.
Organisasi industri timbul dan berkembang melalui dua cara :
pertama, organisasi industri timbul dan berkembang berdasarkan suatu perencanaan.
kedua, organisasi industri dapat pula timbul dan berkembang mulai dari satu orang yang berwiraswasta.
Organisasi terdiri dari kelompok orang-orang yang bekerja dimana untuk mencapai tujuan organisasi dikembangkan dan dipertahankan pola-pola perilaku tertentu yang cukup stabil dan dapat diperkirakan sebelumnya. pengembangan pola-pola tersebut akan tetap berlangsung meskipun orang-orang yang berada dalam organisasi itu berganti. Ada tiga dimensi yang penting dari organisasi, yaitu :
a. Kemajemukan (complekxity)
Diartikan sebagai beragamnya kegiatan, fungsi, dan jumlah lapis dalam organisasi.
b. Formalisasi (formalization)
Mengacu pada adanya kebijakan, prosedur, dan aturan yang membatasi pilihan dari para anggotanya.
c. Pemusatan (centralization)
Mengacu pada penyebaran dari daya (power), dan wewenang (authority). Ada dua tipe pemusatan, yaitu : centralized organization (daya dan wewenang ada pada kedudukan tertinggi dalam organisasi) dan decentralized organization (hak dan tanggungjawab mengambil keputusan didelegasikan pada tingkat-tingkat yang lebih rendah dari organisasi).
Fungsi kelompok bagi anggotanya sebagai :
a. Pemenuhan kebutuhan para anggotanya
b. pengembangan, penunjang dan pemantapan dari identitas dan pemelihara dari harga diri
c. penghasil gagasan baru dan jawaban kreatif
d. mekanisme pemecahan masalah dan pelaksaan tugas
Fungsi kelompok bagi organisasi :
a. Pelaksaaan tugas yang majemuk dan saling tergantung
misalnya kelompok minyak. Masing-masing anggota memiliki tugasnya masing-masing dan penyelesaian tugas tersebut saling tergantung satu sama lainnya.
a. Pelaksaaan tugas yang majemuk dan saling tergantung
misalnya kelompok minyak. Masing-masing anggota memiliki tugasnya masing-masing dan penyelesaian tugas tersebut saling tergantung satu sama lainnya.
b. Mekanisme pemecahan masalah
Dalam men. ghadapi masalah yang memerlukan pengolahan yang majemuk, interaksi antar para anggota yang memiliki informasi yang berbeda, pertimbangan cermat dari alternatif penyelesaiannya, maka pemecahan masalah secara kelompok akan memberikan penyelesaian yang paling baik.
Dalam men. ghadapi masalah yang memerlukan pengolahan yang majemuk, interaksi antar para anggota yang memiliki informasi yang berbeda, pertimbangan cermat dari alternatif penyelesaiannya, maka pemecahan masalah secara kelompok akan memberikan penyelesaian yang paling baik.
c. Pengahasilan gagasan baru dan jawaban kreatif
Kelompok merupakan wadah untuk dapat menghasilkan gagasan baru dan jawaban yang kreatif. Para anggota kelompok akan saling merangsang dalam memberikan gagasan dan jawaban atau penyelesaian masalah dari suatu masalah.
Kelompok merupakan wadah untuk dapat menghasilkan gagasan baru dan jawaban yang kreatif. Para anggota kelompok akan saling merangsang dalam memberikan gagasan dan jawaban atau penyelesaian masalah dari suatu masalah.
Interaksi antar anggota kelompok akan menimbulkan suatu proses kelompok, dimana dalam proses kelompok tersebut terdapat kelompok-kelompok interaktif, koaktif dan konteraktif. Dalam proses suatu kelompok juga akan timbul suatu gejala-gejala antara lain : gejala konforisme, kelekatan, sinergi, groupthink, dan polarisasi kelompok.
Langganan:
Postingan (Atom)