Jumat, 10 Juni 2016

Perencanaan Sumber Daya Manusia

Sumber Daya Manusia adalah kemampuan terpadu dari daya pikir dan daya fisik yang dimiliki individu, perilaku dan sifatnya ditentukan oleh keturunan dan lingkungannya.

Perencanaan Sumber Daya manusia merupakan proses analisis dan identifikasi tersediannya kebutuhan akan sumber daya manusia sehingga organisasi tersebut dapat mencapai tujuannya.
1. kepentingan perencanaan SDM
ada tiga kepentingan dalam perencanaan SDM, yaitu :
a. Kepentingan individu
b. Kepentingan organisasi
c. Kepentingan nasional
2. Komponen-komponen perencanaan SDM
a. Tujuan
b. Proses perencanaan SDM
c. Pengevaluasian perencanaan SDM

Faktor-faktor mempengaruhi perencanaan SDM
proses perencanaan sumber daya manusia dapat dipengaruhi beberapa faktor, antara lain :
1. Lingkungan Eksternal
2. Faktor Internal
3. faktor-faktor persediaan tenaga kerja

Tahap perencanaan SDM meliputi :
1. Peramalan (forecasting)
2. Penyusunan program (programming)
3. evaluasi dan pengendalian



Selasa, 17 Mei 2016

Occupational Health Psychology

A. Keselamatan Kerja
 Kebebasan terhadap resiko atau bahaya pada lingkungan kerja

B. Kecelakaan Kerja
Kecelakaan yang terjadi berhubungan dengan hubungan kerja, termasuk penyakit yang timbul karena hubungan kerja, demikian pula kecelakaan yang terjadi dalam perjalanan berangkat dari rumah menuju tempat kerja, dan pulang ke rumah melalui jalan yang biasa atau wajar dilalui

 C. Teori-Teori Penyebab Terjadinya Kecelakaan Kerja
1. Teori Heinrich
Suatu kecelakaan terjadi dari suatu rangkaian kejadian. Ada lima faktor yang terkait dalam rangkaian kejadian tersebut yaitu : lingkungan, kesalahan manusia, perbuatan atau kondisi yang tidak aman, kecelakaan dan cedera atau kerugian  
2. Teori Multiple Causation Kemungkinan ada lebih dari satu penyebab terjadinya kecelakaan. Penyebab ini mewakili perbuatan, kondisi atau situasi yang tidak aman. kemungkinan-kemungkinan penyebab terjadinya kecelakaan kerja tersebut perlu diteliti 

D. Perilaku Berbahaya 
 Ada beberapa perilaku berbahaya yang disebabkan human error, yaitu : 
1. mengabaikan atuaran K3 
2. Mengoprasikan fasilitas kerja yang bukan kewenangannya 
3. bersendau-gurau dan main-main 
4. tidak memakai peralatan K3 
5. unsafe lifting, pulling,dan pushing  

E. Hazard dan Risk  
1. fisik 
2. kimia 
3. biologi 
4. psikososial 

F. Ages Of Industrial Safety  
1. age of technology 
2. age of human factors 
3. age of safety management


Kondisi Kerja dan Psikologi Kerekayasaan

Kondisi Kerja
1. Kondisi Fisik Kerja 
Rancangan kantor memberikan pengaruh pada produktivitas kerja 
2. Kondisi Lama Waktu Kerja 
a. Jam Kerja
Jika jam kerja nominal ditambah maka jam kerja aktual malahan menurun 
b. Jam Kerja Lentur
Para tenaga kerja tiba di tempat kerja dengan perasaan yang lebih tenang dan dapat segera di mulai bekerja


Ergonomi 
Ilmu terapan bagaimana mendorong lingkungan kerja, peralatan dan pekerjaannya secara spesifik dan psikologi, anatomi dan psychological characteristics 

Peran ergonomi yaitu :
1. Perancangan produk
2. Meningkatkan keselamatan dan higiene kerja
3. Meningkatkan produktivitas kerja

Mengapa kita harus mengenal ergonomi?
1. pergantian karyawan
2. kualitas
3. kecelakaan kerja
4. meningkatkan produktivitas

 Engineering Psychology (Psikologi Kerekayasaan) 
Suatu kerekayasaan faktor-faktor manusia, kerekayasaan manusia, egromika, psikoteknologi, dan psikologi eksperimen terapan. psikologi kerekayasaan ini terutama memperhatikan penemuan dan penerapan informasi tentang perilaku dalam kaitannya dengan mesin-mesin, peralatan, pekerjaan, dan lingkungan kerja. 

Faktor psikologi kerekayasaan
1. fisik dan mental pekerja
2. penglihatan  

 Manfaat Psikologi Kerekayasaan
Manfaat psikologi kerekayasaan dalam membuat kondisi kerja yang kondusif, aman dan nyaman merupakan salah satu manfaat yang terlihat
 

Selasa, 03 Mei 2016

Performance Apprasial



~ (performance appraisal/ PA). Penilaian kinerja itu sendiri adalah proses untuk mengukur prestasi kerja pegawai berdasarkan sistem/ peraturan yang telah ditetapkan,dengan cara membandingkan sasaran/ hasil kerjanya dengan standar pekerjaan yang telah ditetapkan. Cara untuk melakukan PA bisa di tentukan dengan hal-hal berikut pertama kriteria kinerja.  Selanjutnya menyusun kriteria subjektif tentukan dulu potensi/ kompetensi/ kemampuan seperti apa saja yang dibutuhkan untuk seseorang berhasil dalam pekerjaannya. Setelah mendapat hasilnya langkah selanjutnya yang dilakukan adalah pengambilan keputusan untuk pengembangan kinerja selanjutnya, mengkomunikasikan hasil penilaian kinerja dengan karyawan dan hasil penilaian kinerja bisa bermanfaat untuk meningkatkan motivasi karyawan. Dalam penilaian kinerja juga terdapat kesalahan dalam proses penilaiannya yaitu alat penilaian kinerjanya serta penilai kinerja.

~ Menurut Hennry Simamora (1995: 500), kinerja (performance) dipengaruhi oleh 3 faktor, yaitu:
a.       a. Faktor individual yang terdiri dari:
         Kemampuan dan keahlian
         Latar belakang
         Demografi

b.     b. Faktor psikologis yang terdiri dari:
         Persepsi
         Attitude
         Personality
         Pembelajaran
         Motivasi

c.    c.  Faktor organisasi yang terdiri dari:
         Sumber daya
         Kepemimpinan
         Penghargaan
         Struktur
         Job design

~ Kinerja individu adalah hasil kerja karyawan baik dari segi kualitas ,aupun kuantitas berdasarkan standar kerja yang telah ditentukan. Kinerja individu ini akan tercapai apabila didukung oleh atribut individu, upaya kerja (work effort) dan dukungan organisasi.

~ Yang diukur dalam kinerja adalah knowledge, attitude dan skill

~ Fungsi evaluasi (pengukuran kinerja) untuk mengetahui atau menghasilkan nilai atau penilaian performance seseorang . nilai bukan hasil akhir tetapi jalan untuk melanjutkan ke fase berikutnya. Nilai untuk mengetahui posisi seseorang dalam organisasi.

Jumat, 29 April 2016

Organisasi dan Kelompok Kerja

Bagaimana timbulnya kelompok kerja tidak dapat dipisahkan dari proses timbulnya organisasi kerja atau organisasi industri?

Organisasi industri timbul dan berkembang melalui dua cara :
pertama, organisasi industri timbul dan berkembang berdasarkan suatu perencanaan.
kedua, organisasi industri dapat pula timbul dan berkembang mulai dari satu orang yang berwiraswasta.  
  
Organisasi terdiri dari kelompok orang-orang yang bekerja dimana untuk mencapai tujuan organisasi dikembangkan dan dipertahankan pola-pola perilaku tertentu yang cukup stabil dan dapat diperkirakan sebelumnya. pengembangan pola-pola tersebut akan tetap berlangsung meskipun orang-orang yang berada dalam organisasi itu berganti. Ada tiga dimensi yang penting dari organisasi, yaitu :
a. Kemajemukan (complekxity)
Diartikan sebagai beragamnya kegiatan, fungsi, dan jumlah lapis dalam organisasi. 

b. Formalisasi (formalization)
Mengacu pada adanya kebijakan, prosedur, dan aturan yang membatasi pilihan dari para anggotanya. 

c. Pemusatan (centralization)
Mengacu pada penyebaran dari daya (power), dan wewenang (authority). Ada dua tipe pemusatan, yaitu : centralized organization (daya dan wewenang ada pada kedudukan tertinggi dalam organisasi) dan decentralized organization (hak dan tanggungjawab mengambil keputusan didelegasikan pada tingkat-tingkat yang lebih rendah dari organisasi). 
 





Fungsi kelompok bagi anggotanya sebagai : 
a. Pemenuhan kebutuhan para anggotanya 
b. pengembangan, penunjang dan pemantapan dari identitas dan pemelihara dari harga diri 
c. penghasil gagasan baru dan jawaban kreatif
d. mekanisme pemecahan masalah dan pelaksaan tugas
 
Fungsi kelompok bagi organisasi :
a. Pelaksaaan tugas yang majemuk dan saling tergantung 
misalnya kelompok minyak. Masing-masing anggota memiliki tugasnya masing-masing dan penyelesaian tugas tersebut saling tergantung satu sama lainnya. 
 
b. Mekanisme pemecahan masalah
Dalam men. ghadapi masalah yang memerlukan pengolahan yang majemuk, interaksi antar para anggota yang memiliki informasi yang berbeda, pertimbangan cermat dari alternatif penyelesaiannya, maka pemecahan masalah secara kelompok akan memberikan penyelesaian yang paling baik. 
 
c. Pengahasilan gagasan baru dan jawaban kreatif 
Kelompok merupakan wadah untuk dapat menghasilkan gagasan baru dan jawaban yang kreatif. Para anggota kelompok akan saling merangsang dalam memberikan gagasan dan jawaban atau penyelesaian masalah dari suatu masalah.

Interaksi antar anggota kelompok akan menimbulkan suatu proses kelompok, dimana dalam proses kelompok tersebut terdapat kelompok-kelompok interaktif, koaktif dan konteraktif. Dalam proses suatu kelompok juga akan timbul suatu gejala-gejala antara lain : gejala konforisme, kelekatan, sinergi, groupthink, dan polarisasi kelompok.